Akun Twitter dari Perdana Menteri Rusia telah diretas. Para penyusup memposting pesan yang mengatakan Dmitry Medvedev telah mengundurkan diri.

Umpan berita berbahasa Rusia, yang memiliki lebih dari 2,5 juta pengikut ini, juga diisi dengan tweet yang mengecam presiden negara itu, Vladimir Putin.

Peretas menulis bahwa Medvedev akan mengejar karir baru sebagai fotografer lepas. Sebuah grup peretas kolektif Rusia telah mengaku bertanggung jawab atas serangan itu.

russian_president_dmitry_medvedev

Shaltay Boltay, peretas Rusia Anti-Putin menyatakan bertanggung jawab secara kolektif atas serangan itu, dan pemerintah Rusia segera mengkonfirmasi bahwa akun sang PM memang telah diretas.

“Saya mengundurkan diri. Saya malu dengan tindakan pemerintah. Maafkan saya,” demikian peretas ini awalnya menulis, setelah itu, berlanjut dengan tweet yang mengatakan bahwa listrik yang akan dilarang, dan Vladimir Putin adalah orang yang “salah”.

‘iPhone diretas’

Shaltay-Boltay, grup hacking kolektif Rusia, mengatakan pihaknya melakukan serangan itu. Kelompok yang namanya merupakan terjemahan ke bahasa Rusia untuk Humpty Dumpty, juga mengklaim telah menyusup ke akun Gmail dan perangkat iPhone milik perdana menteri.

Menyusul insiden itu, mereka membuat tweet: “Beberapa account surel – termasuk Gmail – dan isi dari tiga perangkat iPhone milik perdana menteri telah secara acak jatuh ke tangan kami di internet. Detail menyusul.”

Akun Twitter Bahasa Inggris milik Medvedev tampaknya tidak terpengaruh oleh serangan itu.