Kecelakaan transportasi di Indonesia bukan lagi hal baru. Tak terhitung jumlah kejadian yang merekrut nyawa, entah kecelakaan darat, laut ataupun udara. Penyebabnya bermacam-macam, mulai dari faktor alam hingga kesalahan manusia. Diantara itu semua, ada enam kecelakaan transportasi yang paling memilukan di Indonesia.

Adam Air Hilang

Pesawat Adam Air 574 jurusan Surabaya – Manado hilang kontak udara ketika berangkat tanggal 1 Januari 2007. Lokasi terakhir pesawat ketika melintas di perairan Majene, Sulawesi. Tak ada satupun yang tersisa, semua hilang tak berbekas. Mayat 6 awak pesawat dan 96 penumpang tidak pernah ditemukan sampai sekarang. Meski sudah ditolong oleh tim Kanada, Amerika Serikat dan Singapura, hanya kotak hitam yang berhasil ditemukan.

Bis Yapemda

Kecelakaan bus paling memilukan yang terjadi pada 8 Oktober 2003. Siswi SMK Yapemda Sleman termasuk staf guru tewas terpanggang api. Kecelakaan bermula saat bus yang dikemudikan sopir menerobos rambu lalu lintas dan terjadi tabrakan. Sopir berhasil selamat, namun seluruh penumpang tak bisa keluar dan tewas dilahap si jago merah.

Tampomas terbakar

KMP Tampomas II mengalami nasib buruk ketika melintasi perairan Masalembo. Kapal milik PELNI terbakar hebat pada 27 Januari 1981. Kapten Abdul Rivai dinyatakan meninggal setelah tetap berada di atas kapal hingga akhirnya tenggelam. Berdasarkan data manifes, jumlah penumpang melebihi kapasitas sehingga banyak korban berjatuhan. Kobaran api di ruang mesin tidak terdeteksi karena kapal tak dilengkapi sistem smoke detector.

Garuda jatuh

Pesawat Garuda GA 152 mengalami kecelakaan dan jatuh di Sibolangit, Deli Serdang, ketika akan mendarat di Bandara Polonia, Medan. Inilah kecelakaan pesawat terbesar di Indonesia yang merenggut nyawa 12 awak dan 222 penumpang. Penyebab tragedi naas itu dikarenakan asap tebal kebakaran hutan yang menghalangi pandangan pilot. Jadi, bisa dikatakan kecelakaan akibat human error dan faktor alam.

Tugu Tani

Sembilan nyawa melayang pada 21 Januari 2012 karena sebuah mobil yang dikendarai Afriyani melaju deras tak terkendali. Wanita itu mengemudikan mobil dalam keadaan mabuk karena pengaruh shabu-shabu. Kejadian itu menghebohkan masyarakat yang geram dengan tindakan sang supir yang tak merasa bersalah ketika menewaskan sembilan orang pejalan kaki yang sedang menikmati udara minggu pagi kota Jakarta.

Kereta Bintaro

Kecelakaan kereta paling kelam dalam sejarah transportasi Indonesia. Pada 19 Oktober 1987, dua kereta ekonomi dari arah berlawanan berada dalam satu jalur rel. Tabrakan tidak bisa dibendung sehingga terjadilah peristiwa berdarah yang merenggut nyawa 156 penumpang . Sebagian besar korban tewas tidak dengan kondisi tubuh yang lengkap. Peristiwa bintaro berdarah murni kesalahan manusia atau human error.

There are some points to be noted more about the author the new version is easy to handle