Perkembangan industri makanan cepat saji atau ‘fast food’ di Indonesia tegolong cepat, bahkan sudah mengakar sebagai bagian gaya hidup modern. Fast food punya istilah lain, yakni ‘junk food’ atau makanan sampah. Kenapa demikian? Bila dibandingkan hidangan yang di masak sendiri atau makanan rumahan, kandungan nutrisi fast food tergolong rendah bahkan tak memberi manfaat apa-apa selain rasa enak dan perut kenyang.

bahaya junk food

Kampanye hidup sehat dengan mengurangi konsumsi fast food sedang ramai di luar negeri. Mengapa? Berikut 5 alasan tidak makan junk food seumur hidup!

Kualitas bahan rendah
Hampir semua jenis fast food memakai kualitas bahan yang rendah, artinya produk makanan yang ditawarkan terbuat bukan dari bahan-bahan terbaik, bumbu-bumbu yang hanya menawarkan rasa enak, tapi bukan nutrisi. Pernah makan hamburger? Darimana asal daging ham itu dibuat? Yakin 100% terbuat dari daging saja? Kebanyakan ham tidak terbuat dari 100% daging murni, tapi campuran seperti jeroan.

Tidak aman
Produk makanan cepat saji dibuat oleh karyawan, mulai dari persiapan, penanganan hingga proses memasak. Pertanyaan penting, apakah semua karyawan yang bekerja sudah mengikuti prosedur keamanan atau standar kebersihan yang ditetapkan perusahaan? Contoh, ketika membeli hamburger, apakah tangan karyawan penyaji dalam keadaan bersih?

Tidak bergizi
Sebuah fakta yang sering diabaikan para orang tua ketika sang anak menangis ingin makan fast food favoritnya. Restoran fast food hanya menawarkan rasa lezat yang disukai semua orang, termasuk anak-anak. Namun, semua menu yang ditawarkan tidak mengandung nutrisi bermanfaat. Kandungan nutrisi makanan sudah rusak melalui prosedur memasak, walaupun sebenarnya diawali pemilihan kualitas bahan yang rendah.

Kolesterol berbahaya
Fast food dikatakan junk food karena tak punya nilai gizi memadai, bahkan meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL). Bila kadar LDL menumpuk maka potensi serangan jantung terus meningkat. Junk food mengandung lemak trans pada beberapa menu yang ditawarkan seperti kentang goreng, hamburger dan ayam goreng. Kolesterol bermasalah? Hindari makanan cepat saji!

Biang kegemukan
Meskipun bukan dianggap biang utama kegemukan, makanan cepat saji punya resiko lebih tinggi. Menurut hasil studi beberapa negara dunia, seorang anak yang rutin mengonsumsi junk food punya potensi kegemukan lebih tinggi daripada mereka yang jarang atau tidak pernah makan sama sekali. Meskipun tak mengandung gizi memadai, fast food mengandung lemak trans lebih tinggi.

Masih berani makan fast food? Artikel ini tak melarang anda makan junk food, tapi memberi wawasan yang bermanfaat agar tak rutin mengonsumsinya bila mementingkan faktor kesehatan.

After getting all the papers back, that take me forever to write, and they www.order-essay-online.net/ have all those red marks, it helps me see my own improvement